Muhadoroh HUT RI ke-80: Santri Lentera Qur’ani Padukan Kreativitas dengan Semangat Nasionalisme

Muhadhoroh PPTQ Lentera Qur'ani

Dari Drama Pahlawan hingga Tari Saman Merah Putih, Santri Tunjukkan Cinta Tanah Air Melalui Seni

Mojogedang – Lapangan Asrama PPTQ-SMPIT Lentera Qur’ani Mojogedang berubah menjadi panggung merah putih yang memukau pada Jumat malam, 23 Agustus 2025. Puluhan santri putra dan putri antusias memamerkan hasil latihan selama seminggu dalam acara Muhadoroh bertema “Santri Cinta NKRI” untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Acara yang bertujuan melatih kemampuan public speaking dan kreativitas santri ini sukses menghadirkan beragam pertunjukan bernuansa nasionalisme. Mulai dari pementasan drama sejarah tentang perjuangan kemerdekaan, musik perkusi lagu-lagu perjuangan yang menghentak, hingga tari saman dengan kostum merah putih yang memukau penonton.

“Malam ini kami menyaksikan betapa luar biasanya potensi santri-santri kita dalam mengekspresikan rasa cinta tanah air. Mereka membuktikan bahwa santri modern tidak hanya pandai mengaji, tapi juga nasionalis sejati yang kreatif,” ungkap Ustadz Nur Aziz, Mudir PPTQ Lentera Qur’ani, sambil tersenyum bangga melihat penampilan santri-santrinya yang mengenakan aksesori bendera Indonesia.

Persiapan Matang Selama Sepekan dengan Nuansa Kemerdekaan

Muhadhoroh PPTQ Lentera Qur'ani

Berbeda dengan acara dadakan, Muhadoroh kali ini dipersiapkan dengan matang dan tema yang jelas. Para santri dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan waktu satu minggu penuh untuk mempersiapkan penampilan bertemakan kemerdekaan Indonesia.

Yang menarik, santri tidak hanya berlatih, tapi juga membuat sendiri properti bernuansa merah putih untuk pementasan mereka. Ada yang memanfaatkan kardus bekas untuk kostum tokoh pahlawan nasional, botol plastik yang disulap menjadi alat musik perkusi untuk memainkan lagu-lagu perjuangan, hingga kain perca merah putih yang dijahit rapi menjadi kostum drama sejarah.

“Kami sengaja memberikan tema kemerdekaan agar santri lebih mengenal sejarah bangsa sambil berkreasi. Hasilnya luar biasa! Mereka belajar sejarah, mandiri, kerja sama tim, dan tentunya melatih kepercayaan diri dengan tetap cinta NKRI,” jelas Ustadzah Zulfa, koordinator kegiatan Muhadoroh.

Panggung Merah Putih Penuh Kreativitas

Ketika malam pementasan tiba, satu per satu kelompok naik ke panggung yang didekorasi bendera Indonesia dan umbul-umbul merah putih. Acara dibuka dengan pembacaan teks Proklamasi oleh santri putra, dilanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” secara bersama-sama.

Kelompok pertama membuka dengan tari saman. Para santri putri mengenakan kostum merah putih dengan selendang berwarna emas, menciptakan harmoni visual yang memukau. Gerakan yang sinkron.

Disusul kelompok kedua yang tampil dengan musik perkusi menggunakan ember bekas, botol air mineral, dan kaleng cat untuk memainkan medley lagu-lagu perjuangan seperti “Halo-Halo Bandung” dan “Gugur Bunga yang menghasilkan irama menghentak penuh semangat. “Kami terinspirasi dari video YouTube tentang alat musik tradisional dan ternyata bisa bikin aransemen lagu perjuangan yang keren dari barang bekas,” cerita Harun Muhammad, santri kelas 8 SMP yang memimpin kelompok musik perkusi.

Puncak acara adalah drama sejarah yang mengisahkan perjuangan para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan.

Lebih dari Sekadar Peringatan Kemerdekaan

Muhadoroh bertemakan HUT RI ke-80 ini terbukti bukan sekadar ajang peringatan kemerdekaan biasa. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana edukasi sejarah yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan santri.

“Awalnya saya hanya tahu tanggal 17 Agustus itu hari kemerdekaan. Tapi setelah ikut drama, saya jadi tahu peran santri dalam kemerdekaan Indonesia. Sekarang saya lebih bangga jadi santri dan anak Indonesia,” ungkap Alvina Azaria, santri kelas 9 SMP yang berperan sebagai istri pejuang dalam drama sejarah.

Program Santri Nasionalis untuk Masa Depan

Melihat antusiasme dan dampak positif dari Muhadoroh bertemakan kemerdekaan ini, pihak sekolah berencana menjadikan tema nasionalisme sebagai program rutin setiap tahun. Ke depannya, akan ada pembinaan khusus untuk santri yang menunjukkan bakat di bidang seni sekaligus memperdalam pengetahuan sejarah perjuangan bangsa.

Dengan berakhirnya Muhadoroh HUT RI ke-80, para santri kembali ke rutinitas pembelajaran dengan semangat baru, kepercayaan diri yang meningkat, dan yang terpenting, rasa cinta tanah air yang semakin mengakar. Satu hal yang pasti, malam bersejarah itu akan menjadi kenangan indah sekaligus momen pembentukan karakter santri nasionalis di keluarga besar Lentera Qur’ani. | TIM Media Lentera Qur’ani

Leave a Reply